9 April 2011 - 19:30

Pemuda revolusioener Bahrain bertekad untuk merebut kembali bundaran Lu'luah yang saat ini sedang di bawah penguasaan tentara bayaran Saudi.

Menurut Kantor Berita ABNA, pekan ini para pejuang revolusioner Bahrain menyebutnya sebagi hari kesyahidan. Aksi yang ditujukan untuk menyampaikan belasungkawa pada para syuhada yang ikut serta dalam aksi bersama menentang pemerintah disisi lain juga ditujukan untuk melindungi revolusi masyarakat Arab. Selain aksi bersama tersebut juga diadakan pertemuan dengan keluarga para syuhada yang syahid pada tanggal 14 Februari lalu. Mereka bersama-sama meneriakkan takbir didalam kota dan di desa-desa, para pemuda syiah Bahrain juga tidak lupa melakukan ziarah kekuburan para syuhada Bahrain.

Pembacaan surah Fatihah untuk para syuhada pada aksi bersama dalam kurun dua bulan terakhir ini. Pembacaan doa secara serentak dan makan malam yang diadakan dijalan-jalan Manamah, juga dikota-kota yang lain tak henti dari iringan takbir yang terus bersahutan. Itulah beberapa program pemuda Bahrain minggu in.

Selain itu para pemuda revolusioner Bahrain juga mengadakan pertemuan-pertemuan menggunakan dunia maya (karena keterbatasan yang ada). Mereka mengadakan program-program itu secara teratur dan terprogram.

Namun program terpenting mereka adalah aksi bersama menuju bundaran Lu’luah dan berupaya melepaskannnya dari tangan tentara bayaran Arab Saudi pada hari sabtu minggu depan. Pada hari sabtu juga akan disampaikan pernyataan-pernyataan secara terpisah.(*)